Apa pun keluhan Anda, Anda dapat memperoleh solusi dengan penyembuhan alternatif ini. Saya tidak menyebut pengobatan alternatif karena memang tidak menggunakan obat yang kadang justru memperparah keadaan. Jika saat ini Anda dalam keadaan tidak sakit, setidaknya cara ini dapat merawat kesehatan menjadi lebih baik. Penyembuhan alternatif ini bebas dari unsur magis, klenik atau syirik. Di luar segalanya, memang ini cara ilmiah.
- Berbaring. Anda cukup berbaring di tempat tidur dengan santai.
- Bernafas. Tarik nafas panjang dan hembuskan lagi yang lega. Lakukan sebanyak tiga kali.
- Membayangkan. Bayangkan Anda dalam keadaan sehat. Bayangkan Anda beraktifitas seperti layaknya orang sehat gembira dan bahagia. Misalnya, berlari-lari kecil, bersama keluarga Anda mengejar buih-buih ombak di pasir pantai.
- Mengheningkan cipta, jangan berpikir apa pun.
- Menegaskan kepada diri sendiri bahwa, ”Saya makin sehat, sehat dan makin sehat!”
Lakukan 5 prosedur di atas, setiap kali sesudah salat. Jangan lewatkan waktu yang paling efektif, yaitu di malam hari di antara dua tidur. Misalnya setelah salat tahajud, lakukan prosedur di atas dan langsung tidur lagi.
Begitu sederhana? Ya. Memang sangat sederhana. Saking sederhananya, banyak orang yang meragukan bahkan menganggap isapan jempol belaka. Saya sering mendengar pengakuan teman-teman saya yang berhasil melakukan prosedur sederhana itu. Tapi tidak bagi saya. Saya gagal. Kesembuhan yang saya harapkan tak kunjung datang. Kemudian saya mengikuti latihan level berikutnya yang lebih religius. Uniknya, setelah melalui perjalanan panjang … setelah mengikuti berbagai kursus termasuk hypnoterapi … bahkan sampai saat saya menulis ini … prosedur sederhana itu pula yang saya lakukan. Ini Suatu prosedur yang memang dikehendaki Allah. Allah tidak akan memberi beban di luar kemampuan hamba-Nya.
Dahulu kala, ada seorang pemuka masyarakat menugasi seseorang mencari sapi betina untuk upacara. Seseorang itu, sebut saja si Fulan, bertanya, ”Warnanya apa?”. Sang pemimpin menjawab ”Kuning”. Fulan belum puas. Ia bertanya lagi, ”Kuning badannya apa kakinya juga kuning? Yang mulus atau yang belang? Yang tua atau muda? Yang sudah digunakan membajak sawah atau belum? Banyak sekali pertanyaannya hingga hampir-hampir tugas itu tidak terlaksana. Seperti itulah perilaku manusia …eh setidaknya perilaku saya. Sesuatu yang seharusnya sederhana … menjadi sulit karena bentuk pikiran saya sendiri yang ruwet. Anda pasti tahu, bahwa cerita di atas saya petik dari surat Al Baqarah 67-71.
Anda mungkin bertanya, ”Apakah tidak perlu doa-doa khusus?” Saya akan menjawab ”Semua doa untuk kesehatan dan yang lebih dari sekadar kesehatan sudah Anda panjatkan sewaktu salat! Anda tinggal menikmati rakmat-Nya saja!” Jika Anda seorang mualaf dan belum bisa salat, doa Al Fatikah pun jadi. Apakah doa saya untuk Anda lebih didengar Tuhan di banding doa Anda sendiri? Jika Anda menganggap doa saya lebih mujarab, lebih ijabah, berarti Anda telah membatasi keyakinan (ke-imanan) Anda sendiri. Doa dari saya untuk Anda hanya sekadar pendukung!
Sekarang, saya serahkan kepada Anda. Anda melakukan prosedur sederhana di atas, atau ingin hakikat yang lebih jauh. Insya Allah saya akan coba menjelaskan semampunya. Saya telah menyiapkan blog ini untuk mengantisipasi semuanya itu. Insya Allah, saya telah siap dengan beberapa referensi ilmiah untuk memuaskan Anda. Jika Anda belum puas juga, dan di antara Anda ada yang berkenan mendukung cara saya menjelaskan menjadi lebih baik, dapat mengirimkan penjelasan Anda lewat email: y_noroyono@telkom-net. Penjelasan Anda akan saya posting di blog ini.
Teriring doa, semoga berhasil. (Baca juga Penyembuhan Alternatif Pemula 2)
WaSalam. Wr.wb.